Ganda campuran
dadakan, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Greysia Polii, mengaku, dengan bermain
lepas, mereka yakin mampu mengalahkan juara Olimpiade 2012 sekaligus
unggulan utama BCA Indonesia Open Superseries Premier, Zhang Nan/Zhao
Yunlei.
Di pertandingan pertama ganda campuran yang berlangsung pada Rabu
(18/6/2014) pagi, pasangan baru, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Greysia Polii,
menumbangkan peraih medali emas Olimpiade London 2012, Zhang Nan/Zhao
Yunlei (Tiongkok), 15-21, 21-18, 23-21.
Kevin/Greysia yang baru saja latihan bersama sebanyak dua kali jelang
turnamen perdana mereka ini dari awal memang tampil tanpa beban.
Meskipun tertinggal di gim pertama, Kevin/Greysia terus mencoba menembus
pertahanan "duo Z", yang merupakan pasangan
ranking satu dunia.
Kevin, yang terkenal dengan julukan "The Flying Kevin", tampil memukau dengan
jumping smash
andalannya yang kerap diarahkan ke Zhao hingga pemain Tiongkok tersebut
jatuh bangun. Bola-bola "ajaib" yang jadi andalan Kevin juga kerap
dikeluarkannya pada laga ini hingga membuat Zhang/Zhao, yang merupakan
juara bertahan, menjadi kewalahan.
"Kami memang bermain lepas, tetapi tetap punya motivasi untuk menang.
Zhang/Zhao adalah pasangan yang bagus, tetapi saya punya keyakinan
untuk bisa mengalahkan mereka," kata Kevin dalam acara jumpa pers seusai
pertandingan. "Saat ini saya memang fokus di ganda putra, tapi kalau
ada
chance di ganda campuran kenapa tidak?" imbuhnya.
Kevin/Greysia sebetulnya bukanlah pemain spesialis ganda campuran.
Kevin fokus di ganda putra berpasangan dengan Selvanus Geh. Sementara
itu, Greysia bermain di ganda putri bersama Nitya Krishinda Maheswari.
Namun, keduanya pernah mencicipi rasanya bermain rangkap. Kevin
merupakan peraih medali perak ganda campuran BWF World Junior
Championships 2013 bersama Masita Mahmudin, sedangkan Greysia pernah
menjadi juara Kejurnas 2009 berpasangan dengan Tontowi Ahmad.
Baru dipasangkan, Kevin/Greysia otomatis tak punya peringkat dunia yang tinggi. Namun, kedua pemain punya
skill individu yang bagus serta peringkat yang lumayan tinggi di ganda putra dan ganda putri hingga poin
ranking pun membawa mereka mengamankan satu tempat di turnamen level premier ini, meski harus merangkak dari babak kualifikasi.
"Kami sangat menikmati pertandingan dari awal. Kevin juga tak ragu
untuk berkomunikasi di lapangan dan memberi masukan untuk kami. Waktu
kalah di gim pertama, saya seperti punya
feeling bisa mencuri
gim kedua. Di gim ketiga, kami terus menjaga jangan sampai tertekan
duluan dan jaga poin, jangan tertinggal jauh," beber Greysia.
“Sama seperti Kevin, saya pun sebetulnya fokus di ganda putri. Kami
serahkan ke PBSI apakah kami akan bermain juga di ganda campuran ke
depannya. Tapi, tren pemain dunia saat ini pemain ganda pasti main
rangkap di ganda campuran," ujar pemain asal klub Jaya Raya Jakarta ini.
Di babak kedua, Kevin/Greysia akan berhadapan dengan Lee Yong
Dae/Shin Seung Chan. Pasangan Korea ini melaju ke babak kedua usai
mengalahkan wakil Indonesia, Riky Widianto/Richi Puspita Dili. Ditantang
Lee/Shin, Kevin/Geysia akan tetap bermain tanpa beban. "Sama seperti
saat melawan Zhang/Zhao, kami akan tampil
nothing to lose," tutur Greysia. (*/)
Sumber: Kompas.com
Title : Juara Olimpiade Tumbang di Tangan Kevin/Greysia Polii
Description : Ganda campuran dadakan, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Greysia Polii, mengaku, dengan bermain lepas, mereka yakin mampu mengalahkan juara Olimp...