Ganda
putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berharap gelar juara di All
England Super Series Premier 2014 akan diikuti keberhasilan di kejuaraan
lainnya.
Di babak final All England Super Series Premier 2014, Hendra/Ahsan
menang fantastis atas Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa (Jepang), 21-19,
21-19, pasangan rangking satu dunia ini berhasil merebut gelar juara All
England untuk pertama kalinya. Gelar ini juga merupakan gelar pertama
Hendra/Ahsan di tahun 2014.
“Kami senang sekali bisa memenangkan gelar juara All England, tetapi
kami tak mau berpuas diri. Masih banyak tugas kami di
kejuaraan-kejuaraan selanjutnya,” kata Ahsan soal kemenangannya dan
Hendra.
“Tegang di lapangan tentu ada, tetapi kami bisa mengatasi ketegangan
ini di lapangan. Pada pertandingan final ini kami fokus saja gimana
caranya supaya dapat satu demi satu poin. Walaupun ketinggalan, tetapi
kami tidak mau menyerah,” tambah Hendra.
“Kami juga punya keyakinan bisa memenangkan gelar ini. Kami sudah
berjuang habis-habisan. Kami juga sudah melakukan persiapan selama
sebulan lebih,” tambah Hendra.
Pertarungan sengit yang berlangsung selama 45 menit ini menjadi
pertemuan keenam bagi kedua pasangan. Kemenangan Hendra/Ahsan makin
menambah keunggulan Hendra/Ahsan menjadi 6-0.
Hendra/Ahsan yang mengawali permainan dengan keunggulan 3-0, sempat
kewalahan menghadapi serangan demi serangan yang dilancarkan oleh
Endo/Hayakawa. Pasangan Juara Dunia 2013 ini juga sempat ketinggalan
10-13.
Poin demi poin diraih kedua pasangan dengan susah payah, perbedaan
angka pun sangat tipis. Kedua pasangan juga terlihat sama-sama tegang di
lapangan. Saat berhasil menyamakan kedudukan 16-16, Hendra/Ahsan seolah
menemukan kembali kekuatan mereka dan akhirnya mengamankan game
pertama.
“Saat poin 16 ini, kami benar-benar tidak memikirkan apa-apa, tetapi
cuma bagaimana cepat dapat poin. Kami hanya berusaha bermain di
permainan kami,” ungkap Ahsan.
Di gim kedua, pertarungan kembali berlangsung sengit di mana kedua
pasangan saling menekan satu sama lain. Pada poin-poin kritis, suasana
menegangkan kembali mewarnai pertarungan kelas dunia ini. Hendra/Ahsan
yang sudah unggul 20-17, belum mampu menyelesaikan pertandingan.
Tak ingin memberikan kesempatan buat Endo/Hayakawa untuk merebut gim
kedua, Hendra/Ahsan pun akhirnya mematikan perlawanan pasangan rangking
dua dunia tersebut dan meraih champion poin.
Ahsan pun langsung menjatuhkan diri di lapangan seraya berteriak atas
kemenangannya, sementara Hendra berlari ke arah sang pelatih, Herry
Iman Pierngadi serta pelatih ganda campuran Edwin Iriawan yang turut
mendampingi.
“Pasangan Jepang bermain bagus, mereka memiliki pertahanan yang solid
dan tidak gampang mati. Pelatih banyak memberikan masukan kepada kami
selama pertandingan final, mereka mengingatkan kami untuk selalu siap,”
ungkap Hendra.
Title : Hendra/Ahsan Tidak Mau Puas dengan Gelar Juara All England 2014
Description : Ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berharap gelar juara di All England Super Series Premier 2014 akan diikuti keberhasilan di k...