
All England 2014
Juara di All England Semakin Berat
JAKARTA, KOMPAS - Hendra Setiawan, pebulu tangkis yang kini berstatus
nomor satu dunia bersama pasangannya Mohammad Ahsan, telah mengoleksi
gelar juara dari berbagai kejuaraan besar, kecuali All England. Hendra pun sangat berambisi melengkapi gelarnya dari turnamen yang tahun ini berusia 115 tahun itu.
Bersama Markis Kido, Hendra menjadi juara dunia pada 2007. Setahun
kemudian, mereka meraih medali emas Olimpiade Beijing. Tahun lalu,
Hendra kembali meraih gelar juara dunia, kali ini bersama Ahsan.
Untuk itu, gelar dari kejuaraan prestisius All England akan sangat
bermakna bagi Hendra. Namun, pemain asal klub Jaya Raya ini merasakan,
bersaing memperebutkan gelar juara di turnamen yang tahun ini akan
berlangsung pada 4-9 Maret itu terasa lebih berat. Ini karena persaingan
di ganda putra lebih merata.
"Dulu, pertandingan mulai sulit
di babak delapan besar. Sekarang, sudah sulit sejak babak pertama," ujar
Hendra di pelatnas bulu tangkis, Cipayung, Jakarta, Selasa (18/2).
Tahun lalu, Hendra/Ahsan tersingkir di semifinal, kalah dari ganda
China, Liu Xiaolong/Qiu Zihan, yang akhirnya menjadi juara.
Untuk itu, ujar Hendra, dia bersama Ahsan akan fokus terlebih dulu pada
pertandingan awal. Di babak pertama, seperti terdapat dalam daftar
undian, Hendra/Ahsan yang menjadi unggulan pertama akan melawan Vladimir
Ivanov/Ivan Sozonov (Rusia). Unggulan lain yang berada satu pool dengan
Hendra/Ahsan adalah Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark/3), Hoon
Thien How/Tan Wee Kiong (Malaysia/5), dan Chris Adcock/Andrew Ellis
(Inggris/8).
Di pool bawah, juara bertahan akan bersaing
dengan unggulan kedua Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa (Jepang), Lee Sheng
Mu/Tsai Chia Hsin (Taiwan/7), dan ganda pelatnas Cipayung Ryan Agung
Saputra/Angga Pratama (6).
"Menghilangnya" nama pemain Korea
Selatan, Lee Yong-dae, dari persaingan ganda putra saat ini akan menjadi
keuntungan bagi Hendra/Ahsan. Yong-dae terkena skorsing dari Federasi
Bulu Tangkis Dunia (BWF) selama setahun, hingga 23 Januari 2015, karena
tiga kali tidak mengikuti tes doping.
Selama ini, Yong-dae
menjadi pesaing berat Hendra/Ahsan, baik ketika berpasangan dengan Jung
Jae-sung maupun ketika berganti partner bersama Ko Sung-hyun.
Pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi mengatakan, skorsing ini
menguntungkan Hendra/Ahsan karena saingan berkurang satu. Namun, mereka
tidak boleh lengah sebab status mereka sebagai ganda putra nomor satu
dunia menjadi incaran pemain lainnya.
Dua pekan menjelang
tampil di Birmingham Indoor Arena, latihan difokuskan pada sektor depan.
Herry menjelaskan, dengan sistem reli poin, pemain harus banyak
menyerang.
Untuk itu, pemain di posisi depan sebagai pengatur
permainan harus tampil baik. Selama ini, peran itu lebih sering
dijalankan Hendra. Namun, Herry menginginkan agar Ahsan juga piawai
bermain di depan.
Title : Juara di All England Semakin Berat Pasangan Ganda Putra
Description : All England 2014 Juara di All England Semakin Berat JAKARTA, KOMPAS - Hendra Setiawan, pebulu tangkis yang kini berstatus nomor satu ...